Apa Saja Dasar Hukum Asuransi dalam Islam? Ini Jawabnya!

Pilihan asuransi kini sudah hadir jenis syariah dan banyak menjadi pilihan. Asuransi dalam Islam mengacu pada produk-produk asuransi yang berbasis syariah. Landasan hukumnya pun didasarkan pada Al Qur’an, Hadits, Fatwa MUI bahkan diperkuat oleh Peraturan Menteri Keuangan.

Asuransi dalam Dasar Hukum Islam

Selain diatur oleh hukum Indonesia, asuransi dalam Islam juga ada dasarhukumnya. Adapun aturan yang terdapat pada dasar hukumnya adalah:

Dasar Hukum Dalam Al Qur’an

Landasan hukum yang pertama ada dalam Al Qur’an, antara lain:

  • Surat Al-Maidah ayat 2 menyatakan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa. Jangan tolong menolong dalam berbuat pelanggaran atau dosa.
  • Dalam Surat An-Nisaa ayat 9 pada intinya, hendaklah takut kepada Allah seandainya meninggalkan anak-anak yang lemah tanpa merasa khawatir.
  • Sedangkan pada HR Muslim dari Abu Hurairah yang menyatakan barang siapa melepaskan dari seorang muslim merupakan kesulitan.

Fatwa MUI

Selanjutnya, aturan yang bisa Anda lihat pada asuransi mobil all risk diperkuat dengan adanya fatwa Majelis Ulama Indonesia. Asuransi syariah ini menjadi solusi dari penilaian sebagian masyarakat yang meragukan asuransi karena pertentangannya dengan syariat agama.

 

Simak beberapa fatwa Majelis Ulama Indonesia berkaitan dengan asuransi, yaitu:

  • Fatwa nomor 21 tahun 2001 mengenai pedoman umum asuransi syariah.
  • DSN MUI nomor 51 tahun 2006 yang mengatur akad mudharabah dalam asuransi syariah.
  • Fatwa nomor 52 tahun 2006 mengenai akad wakalah bil ujrah dalam asuransi syariah.
  • DSN MUI nomor 53 tahun 2006 yang mengatur dan menjelaskan mengenai akad tabarru dalam asuransi syariah.

Peraturan Menteri Keuangan

Operasional mengenai asuransi syariah diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan nomor 18 tahun 2010. Berikut ini beberapa pasal yang ada di dalam aturan tersebut, antara lain:

  • Pasal 1 nomor 1 menjelaskan prinsip syariah merupakan usaha saling tolong menolong dan melindungi para nasabah.
  • Pada pasal 1 nomor 2 menjelaskan perusahaan asuransi atau perusahaan reasuransi menyelenggarakan seluruh atau sebagian usaha berdasarkan prinsip syariah.
  • Sedangkan pasal 1 nomor 3 menjelaskan nasabah sebagai orang atau badan yang memiliki program asuransi dengan prinsip syariah.

Adanya aturan yang menjelaskan keberadaan asuransi dalam Islam membantu menyakinkan bahwa prinsip syariah bisa dijalankan dalam asuransi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *