hak asuh anak dalam perceraian
hak asuh anak dalam perceraian

Aturan Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Salah satu dampak dari perceraian terutama ketika Anda memiliki anak adalah hak asuh anak. Ada beberapa pasangan yang sudah bersepakatan hak asuh anak diberikan pada ibu. Akan tetapi ada juga pasangan yang mempermasalahkan hak asuh anak tersebut. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dibahas mengenai hak asuh anak dalam perceraian. 

Definisi Hak Asuh Anak

Hak asuh anak dalam perceraian merupakan kesanggupan salah satu atau kedua orang tua untuk mengasuh anak, merawat hingga memelihara anak yang usianya dibawah 12 tahun. 

Dalam agama Islam istilah untuk hak asuh anak adalah hadhanah, yang mana pengertiannya juga sama dengan yang sebelumnya. 

Aturan Hak Asuh Anak Dalam Perceraian 

1. Undang-Undang No 23 Tahun 2002 Mengenai Perlindungan Anak

Lebih jelasnya dijelaskan dalam Pasal 1 poin 11 yang menyatakan hak asuh anak merupakan kekuasaan untuk membina, mengasuh, melindungi, menumbuhkembangkan dan mendidik anak sesuai dengan agama, bakat, minat dan kemampuan yang diinginkannya. 

2. Undang-Undang Pasal 41 No 1 Tahun 1974

Akibat dari adanya perceraian adalah putusnya hubungan perkawinan yang mana orang tua masih berkewajiban untuk mendidik dan memelihara anak-anaknya. Kecuali jika terjadi perselisihan, maka akan diputuskan oleh pengadilan. 

Ayah memiliki kewajiban untuk membantu mencukupi semua biaya anak, baik pendidikan hingga pemeliharaan anak-anaknya kecuali jika sang ayah kurang mampu, maka biaya juga akan ditanggung oleh ibu. 

3. Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam (KHI)

Dalam aturan hak asuh anak karena perceraian yang ada pada KHI, dijelaskan bahwa:

  • Ayah akan menanggung biaya perawatan anak.
  • Anak yang sudah berusia lebih dari 12 tahun diberikan kebebasan untuk memilih tinggal dengan ayah atau ibunya sebagai pemegang hak asuhnya. 
  • Anak yang belum berusia 12 tahun, maka hak asuhnya akan jatuh ke tangan ibu. 

4. Pasal 44 Undang-Undang No 1 Tahun 1974

Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa pengadilan bisa saja mewajibkan sang ayah dan atau ibu untuk memberikan biaya bagi anak.

5. Putusan Mahkamah Agung RI No 102 K/Sip/1973, 24 April 1975

Putusan ini mengatakan bahwa anak yang masih dibawah umur, maka hak asuhnya akan lebih diutamakan jatuh pada ibu. 

6. Putusan Mahkamah Agung RI No 126 K/Pdt/2001, 28 Agustus 2003

Putusan ini menyatakan bahwa jika terjadi perceraian antara suami istri, maka anak yang masih dibawah umur hak asuhnya akan diberikan pada orang terdekatnya yaitu ibu. 

7. Putusan Mahkamah Agung RI No 293 K/Sip/1968

Hak asuh anak yang masih kecil harus diberikan pada ibunya

8. Putusan Mahkamah Agung RI No 102 K/Sip/1973

Hak asuh anak dalam perceraian yang masih berusia dibawah umur akan diberikan pada ibunya kecuali ibunya tidak layak mendapatkan hak asuh tersebut. 

Selain itu masih banyak beberapa hal penting lainnya yang berhubungan dengan hak asuh anak dalam perceraian. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *