Pengolahan Limbah Peternakan

Pengolahan Limbah Peternakan

Tahukah Anda dampak buruk akibat tidak adanya pengolahan limbah peternakan? Tak banyak yang tahu, simak lebih lanjut ulasan berikut ini !

Begitu banyak keluhan masyarakat akan dampak buruk dari kegiatan usaha peternakan karena Sebagian besar peternak mengabaikan penanganan limbahnya, bahkan ada yang membuang limbah ternaknya kesungai sehingga terjadilah pencemaran lingkungan.

Aktivitas peternakan seperti feces, urin, sisa pakan, serta air sisa membersihkan kendang hewan disebut sebagai limbah peternakan. Limbah peternakan ini menimbulkan pencemaran lingkungan yang memicu protes dari warga sekitar. Baik itu baunya yang menyengat, hingga keluah gatal – gatal ketika air di lingkungan telah tercemar.

Pengolahan Limbah Ternak: untuk Pupuk, Gasbio, dan Media Cacing Tanah

Banyak kebutuhan terpenuhi berkat adanya pengolahan limbah peternakan. Limbah ternak mengandung nutrisi atau zat padat potensial untuk digunakan. Limbah ternak itu kaya akan nutrisi seperti protein, lemak, vitamin, dan masih banyak zata lainnya.

Limbah ternak dimanfaatkan untuk bahan makanan ternak, pupuk organik, energi, dan berbagai tujuan lainnya.

Pengolahan untuk Pupuk Organik

Limbah usaha peternakan terutama kotoran ternak bisa digunakan untuk membuat pupuk organik. Pemanfaatan limbah usaha peternakan terutama kotoran dapat dilakukan melalui pemanfaatan kotoran tersebut untuk jadi pupuk organik.

Penggunaan pupuk kandang selain dapat meningkatkan unsur hara tanah, pupuk kandang dapat meningkatkan aktivitas mikrobiologi tanah sehingga bisa memperbaiki struktur tanah.

Pengolahan untuk Gasbio

Gasbio adalah campuran beberapa gas, tergolong bahan bakar gas yang merupakan hasil fermentasi dari bahan organic, salah satunya dari limbah ternak.

Mengolah limbah jadi biogas diperlukan beberapa syarat dan memperhatikab banyak faktor. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi optimalisasi pembuatan biogas yaitu :

  1. Ketersediaan ternak
  2. Kepemilikan ternak
  3. Pola pemeliharaan ternak
  4. Ketersediaan lahan
  5. Tenaga kerja
  6. Manajemen limbah/kotoran
  7. Kebutuhan energi
  8. Kejauhan kandang
  9. Pengelolaan hasil samping biogas
  10. Sarana pendukung

Pengolahan untuk Pakan dan Media Cacing Tanah

Limbah ternak yang kaya akan nutrisi, seperti protein, lemak BETN, vitamin, mineral, dan zat lainnya. Ternak membutuhkan banyak zat makanan esensial agar bisa hidup sehat. Feses ternak mengandung banyak zat dan senyawa yang bermanfaat, namun limbah feses juga mengandung banyak senyawa toksik untuk ternak.

Untuk itu, pengolahan limbah peternakan degan memanfaatkan kotoran sebagai makanan ternak memerlukan pengolahan lebih lanjut. Penelitian limbah ternak yang difermentasi secara anaerob telah banyak diteliti sebagai bahan pakan, salah satunya adalah penggunaan feses sapi.

Penggunaan feses sapi untuk media hidupnya cacing tanah, diteliti telah menghasilkan biomasssa tertinggi dibandingkan dengan campuran feses yang ditambah bahan organic lain, seperti penambahan jerami padi, limbah organik pasar maupun penambahan isi rumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *