Ketahui Alokasi Biaya Pada Asuransi Jiwa – Tidak hanya orang tua, tetapi semua orang membutuhkan asuransi jiwa. Mengapa? Karena asuransi jiwa dapat memberikan manfaat sebesar uang pertanggungan/ganti rugi pertanggungan kepada ahli waris/keluarga/ahli waris tertanggung, jika tertanggung meninggal dunia karena gangguan kesehatan, sakit atau kecelakaan, dan jika terjadi resiko kesehatan terhadap tertanggung sendiri.
Bagi Anda yang ingin memiliki asuransi sekaligus berinvestasi, Anda bisa memilih asuransi jiwa unit linked karena produk ini memberikan dua manfaat, yaitu manfaat asuransi dan manfaat investasi. Sehingga Anda tidak lagi direpotkan untuk mengurus dana investasi dan dana proteksi secara terpisah.
Selain itu, Asuransi Jiwa unit linked sangat fleksibel karena bisa menambah keuntungan. Ya, jika Anda merasa manfaat perlindungannya masih kurang, Anda juga bisa menambahkan manfaat lain sesuai kebutuhan. Jadi, sebelum memilih asuransi jiwa unit link, Anda juga perlu memahami alokasi biaya untuk produk ini dari premi yang Anda bayarkan setiap bulannya nanti. Sehingga Anda tidak kaget saat melihat nilai tunai Anda tidak sesuai dengan premi yang telah dibayarkan.
Alokasi Biaya Pada Asuransi Jiwa
Biaya Akuisisi
biaya-biaya yang dibebankan kepada Pemegang Polis sehubungan dengan permohonan pertanggungan dan penerbitan Polis yang meliputi antara lain biaya pemeriksaan kesehatan, pengadaan Polis dan pencetakan dokumen, biaya lapangan, biaya pos dan telekomunikasi serta remunerasi karyawan dan pemasar.
Biaya Asuransi
Biaya yang akan dikenakan selama polis aktif dan besarnya tergantung antara lain pada riwayat kesehatan, usia, jenis kelamin, merokok/tidak merokok, dan besarnya Uang Pertanggungan. Rincian Biaya Asuransi termasuk biaya asuransi tambahan lainnya (jika ada) dapat dilihat pada Ilustrasi Produk Asuransi yang diberikan oleh Marketer. Biaya asuransi pasti akan naik setiap tahunnya, sehingga angka yang tertulis di proposal Anda tidak selalu berlaku.
Biaya Administrasi
nilai iuran ini biasanya hanya puluhan ribu rupiah setiap bulannya dan cenderung tidak naik. Biaya Pengelolaan Dana Investasi untuk produk ini tergantung dari jenis investasi yang Anda pilih.
Baca juga: Jasa Penulis Artikel SEO
Biaya Isi Ulang
adalah biaya yang dikenakan pada saat Anda melakukan Top-up (Penambahan Porsi Investasi) yaitu sebesar 5%.
Biaya Transfer Dana Investasi (Switching Fee)
adalah biaya yang dibebankan kepada Pemegang Polis karena peralihan antar jenis Reksa Dana atas permintaan Pemegang Polis. Besarnya biaya pengalihan mengikuti ketentuan dalam Formulir Transfer Unit.
Demikian Ulasan Tentang, Ketahui Alokasi Biaya Pada Asuransi Jiwa. Semoga Bermanfaat.