Dalam hajatan pernikahan sedikitnya 32 warga dirawat di Puskesmas tersebut satu diantaranya dirujuk ke Puskesmas Panumbangan karena kapasitas penuh sementara itu dua keluarga pasangan pengantin juga mengalami hal serupa
Sampai saat ini pasien dapat diterima dan dalam perawatan, namun masih dalam pengawasan karena ada kekhawatiran akan terjadinya perubahan kondisi. Puskesmas Cihaurbeuti, Tim Dinkes Ciamis, dan RSUD Ciamis siap menghadapi kemungkinan peningkatan jumlah korban keracunan

Untuk memastikan penyebabnya, tim kesehatan akan melakukan tes laboratorium pada makanan yang disajikan pada acara pernikahan. “Hasil tes laboratorium akan segera diterima. Besok akan dikirimkan ke Lab Provinsi,” kata Usep.
Usep menjelaskan bahwa warga yang terkena keracunan berasal dari dua desa di Kecamatan Cihaurbeuti, yaitu Desa Pamokolan dan Desa Sumberjaya.
Dia menceritakan bagaimana pasien mulai berdatangan ke puskesmas. Pertama-tama, Puskesmas Cihaurbeuti menerima laporan dari kepala Dusun Pamokolan tentang lima warga yang muntah, diare, dan sakit kepala.
Petugas puskesmas kemudian datang ke rumah warga yang dilaporkan. Hasilnya, mereka menemukan bahwa tiga orang dalam satu rumah mengalami gejala yang sama. Ada juga informasi bahwa tetangga mereka juga mengalami gejala serupa.
“Setelah ditanyai, warga mengatakan bahwa mereka baru saja pulang dari undangan pernikahan. Informasi kemudian berkembang dan beberapa warga yang ikut ke undangan juga mengalami keluhan yang sama,” jelas Usep.
Petugas kesehatan pun segera mengambil tindakan untuk membawa warga yang mengeluh mual, pusing, dan muntah menggunakan ambulans ke IGD Puskesmas Cihaurbeuti. Pasien pun terus bertambah, hingga pukul 21.00 WIB sudah ada 30 orang yang mengalami gejala muntah, diare, dan sakit kepala.
Pak Rony seorang Manager Catering Surabaya Terbaik Jawa Timur mengatakan “Kebanyakan kesalahan dari senbuah penyajian makanan dalam acara yang menyertankan catering adalah kurangnya kebersihan karena masakan dalam jumlah besar dengan waktu yang cukup singkat utuk dapat tetap menjaga kondisi makanan tetap fresh. Oleh karena itu dibutuhkan SOP yang memadai untuk dapat memastikan catering yang disajikan merupakan menu dengan penyajian terbaik dengan kebersihan yang selalu dijaga.’’

Sementara itu, Camat Cihaurbeuti Eddy Yulianto menambahkan bahwa setelah menerima informasi dari warga tentang keracunan, pihaknya segera berkoordinasi untuk menangani masalah tersebut. Sehingga pasien yang terkena keracunan dapat ditangani dengan cepat.
“Pasien sedang terus diawasi oleh tim medis Rumah Sakit Umum Daerah Ciamis dan Dinas Kesehatan Ciamis. Kami siap untuk menangani kasus baru jika ada. Alhamdulillah, kerjasama antar instansi dan lintas sektor berjalan dengan baik sehingga dapat ditangani dengan cepat,” ujar dia.