Apakah Uangmu Terjamin Aman di Bank Digital?

tunai

Beberapa tahun terakhir, makin banyak orang yang pindah ke bank digital. Alasannya jelas, praktis, cepat, dan semua bisa lewat aplikasi. Tapi di balik kemudahan itu, ada satu pertanyaan penting yang nggak boleh kamu abaikan, apakah uangmu benar-benar aman di bank digital?

Pertanyaan ini wajar. Kita tumbuh di zaman di mana kepercayaan terhadap bank konvensional sudah terbentuk sejak lama. Ada kantor cabang, ada buku tabungan fisik, bahkan teller yang bisa kamu datangi langsung. Lalu, ketika semua itu berubah jadi serba online, mulai dari buka rekening, transfer, sampai buka deposito, muncul rasa ragu. “Gimana kalau datanya bocor?”, “Gimana kalau aplikasinya error?”, atau yang paling sering, “Kalau bank-nya tiba-tiba tutup, uangku gimana?”

Nah, mari kita bahas dengan lebih jernih.

Apa Itu Bank Digital?

Menurut OJK, bank digital adalah bank yang seluruh aktivitas dan layanannya dijalankan secara online. Artinya, nggak perlu kantor fisik (selain kantor pusat), dan semua transaksi dilakukan via aplikasi.

Bank digital boleh dibilang adalah versi upgrade dari bank konvensional. Tapi bedanya, mereka benar-benar mengandalkan teknologi. Mulai dari pembukaan rekening, pencairan deposito, sampai customer service, semua bisa kamu akses dari ponsel. Cepat dan nggak ribet.

Tapi di sinilah letak kekhawatirannya. Karena nggak ada kantor cabang yang bisa didatangi, banyak orang takut kalau dana mereka nggak benar-benar terlindungi. Padahal kenyataannya, bank digital aman itu bukan mitos asal kamu tahu cara memilihnya.

3 Syarat Bank Digital Aman yang Wajib Kamu Cek

Kalau kamu sedang mempertimbangkan pindah ke bank digital, tiga hal ini wajib dicek terlebih dulu:

1. Terdaftar dan diawasi oleh OJK & BI

Ini mutlak. Bank digital harus punya izin resmi dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Bank Indonesia. Tanpa pengawasan dua lembaga ini, keamanannya patut dipertanyakan. Kamu bisa cek legalitasnya langsung lewat situs OJK.

2. Peserta LPS (Lembaga Penjamin Simpanan)

LPS adalah lembaga yang menjamin dana simpanan nasabah sampai Rp2 miliar per orang per bank, selama bunganya tidak melampaui batas penjaminan (saat ini 4,25% per tahun untuk tabungan). Jadi kalau bank-nya tutup, uangmu tetap aman. Inilah jaminan paling konkret untuk tahu apakah sebuah bank digital aman atau tidak.

3. Punya sistem keamanan berlapis

Minimal harus ada OTP (One-Time Password) saat transaksi. Kalau ada biometrik (seperti sidik jari atau face ID), itu lebih bagus lagi. Semakin kuat sistem keamanannya, semakin kecil risiko uangmu raib karena kejahatan siber.

Kenapa Banyak Orang Mulai Beralih ke Bank Digital?

Kalau kamu sering merasa ribet harus ke ATM buat transaksi, atau kesal karena transfer antarbank kena biaya Rp6.500, kamu bakal paham kenapa bank digital jadi solusi.

Selain praktis, bank digital juga biasanya punya fitur-fitur menarik seperti:

  • Bebas biaya admin bulanan
  • Transfer gratis hingga puluhan kali
  • Buka deposito tanpa harus ke cabang
  • Bisa pantau dan kelola pengeluaran dari satu aplikasi

Beberapa bank digital bahkan menyediakan fitur budgeting, pengingat tagihan, hingga peluang investasi. Jadi, bukan cuma tempat menabung, tapi juga alat bantu mengatur keuangan.

Bagaimana Soal Keamanan Investasi di Bank Digital?

Ini bagian yang sering bikin ragu. Apakah aman taruh dana di deposito bank digital? Bagaimana kalau butuh dicairkan sebelum jatuh tempo?

Jawabannya, tergantung dari bank digital yang kamu pilih. Bank digital yang kredibel akan memberikan opsi fleksibel untuk deposito, tetap menjaga keamanan, dan tentu saja memberikan bunga yang kompetitif.

Jangan hanya terpaku pada bunga tinggi. Pastikan juga bank-nya punya reputasi bagus dan mengikuti ketentuan dari LPS dan OJK. Sebab bank digital aman bukan cuma soal sistemnya, tapi juga soal kepatuhan mereka pada regulasi.

Krom Bank, Jawaban untuk Kamu yang Cari Bank Digital Aman

Kalau kamu sedang mencari bank digital yang sudah terjamin keamanannya, Krom Bank bisa jadi pilihan yang sangat layak kamu pertimbangkan.Kenapa?

  • Krom Bank berizin dan diawasi oleh OJK dan Bank Indonesia, serta merupakan peserta penjaminan LPS. Jadi uangmu terlindungi jika terjadi sesuatu pada bank-nya.
  • Untuk kamu yang ingin menabung sekaligus investasi, Krom menawarkan bunga tabungan hingga 6% per tahun, dan deposito hingga 8,75% per tahun. Tinggi, tapi tetap sesuai batas LPS, artinya aman.
  • Kamu bisa mencairkan deposito sebelum jatuh tempo tanpa kena penalti. Bahkan kalau dicairkan lebih awal, kamu tetap dapat bunga 6%.
  • Bebas biaya admin, transfer gratis hingga 100x per bulan, dan aplikasi yang gampang dipakai.

Krom Bank cocok banget buat kamu yang lagi mulai menata keuangan, tapi tetap ingin fleksibilitas dan bunga tinggi tanpa harus takut kena jebakan pinjaman konsumtif.

Jadi, kalau selama ini kamu ragu pindah ke bank digital karena takut nggak aman, Krom Bank bisa bantu kamu mulai dengan percaya diri.

Mulai sekarang, kelola keuanganmu lebih bijak. Amanin uangmu di Krom Bank, bank digital yang nggak cuma praktis, tapi juga aman.