Human papillomavirus atau HPV adalah virus yang bisa menyebabkan infeksi di permukaan kulit, serta sangat berpotensi menyebabkan kanker serviks. HPV merupakan infeksi kulit yang sangat menular. Virus HPV dapat hidup di dalam sel permukaan kulit dan dapat masuk melalui luka di kulit. Oleh karena itu, penyebaran infeksi HPV bisa terjadi jika bersentuhan langsung dengan kulit pengidap.Sedangkan pada beberapa kasus HPV, virus memasuki tubuh melalui hubungan seksual. Ibu hamil juga dapat berpotensi menularkan virus ini pada bayinya saat proses persalinan.
Gejala pada umumnya yang terjadi ketika seseorang terinfeksi HPV adalah ditandai dengan adanya pertumbuhan kulit atau selaput berupa kutil. Wujud kutil yang muncul pada kulit berbeda-beda tergantung dari jenis HPV yang menginfeksi orang tersebut. Pada pria ditandai dengan kutil yang muncul di penis, area skrotum atau di sekitar anus. Kutil ini pada umumnya tidak menyebabkan rasa sakit meskipun terkadang kala timbul rasa gatal. Sedangkan pada perempuan, ditandai dengan kutil yang muncul di vagina, sekitar daerah vulva atau bisa juga muncul di area dalam vagina.
Selain itu, kanker serviks pada perempuan pada umumnya diawali dari terjangkitnya virus HPV. Kanker serviks pada perempuan membutuhkan waktu bertahun-tahun dan waktu yang lama untuk berkembang setelah terjadinya infeksi HPV. Namun,biasanya infeksi HPV dan kanker serviks dini terkadang tidak menimbulkan gejala yang nyata.
Adanya pertumbuhan kutil kelamin, orang yang terinfeksi HPV juga bisa mendapatkan gejala berupa munculnya kutil pada area tangan dan kaki si pengidap. Kutil pada area ini bentuknya berbeda-beda seperti benjolan kecil mirip bunga kol, pertumbuhan lesi di kulit yang sedikit terangkat, atau pertumbuhan kulit yang kasar di area kaki.
Menurut Centers for Disease Prevention and Control atau disebut (CDC), lebih dari sekitar 90% orang yang terkena infeksi HPV, tubuhnya akan memulai proses pembersihan ketika 6 bulan sesudah virus HPV menyebar di dalam tubuh. Hal ini juga berlaku untuk orang yang baru saja terinfeksi, memiliki risiko tinggi terkena HPV, atau orang yang tidak sadar dengan kehadiran virus tersebut. Untuk saat ini belum ada resep yang bisa secara langsung menghilangkan HPV dari tubuh. Salah satu cara untuk memastikan keberadaan virus adalah dengan skrining di laboratorium.
Cara Mengatasi penyakit HPV
Pada umumnya kebanyakan kasus HPV sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa diatasi. Akan tetapi, jika wanita yang sudah terdiagnosa mengalami infeksi HPV dan mengalami kutil kelamin, dokter kelamin akan menganjurkan pengidap untuk melakukan tes kembali dalam waktu 12 bulan.
Pemeriksaan ulang ini bertujuan agar untuk mengetahui apakah pengidap masih memiliki infeksi HPV dan adakah perubahan sel pada serviks yang bisa menjadi pertanda dari kanker serviks. Sedangkan, untuk menghilangkan kutil yang muncul akibat infeksi HPV, berikut beberapa metode penanganan yang bisa dilakukan oleh dokter:
Memberikan krim oles
Untuk kutil yang tumbuh di kulit, dokter akan memberikan krim oles yang mengandung asam salisilat dan asam trikloroasetat. Fungsi dari asam salisilat ini ialah untuk mengikis lapisan kutil secara bertahap. Membakar protein dalam sel-sel kutil menggunakan krim oles yang mengandung asam ntrikloroasetat.
Memberikan resep antiviral
Penyakit infeksi virus ini bisa diatasi menggunakan resep antiviral atau disebut juga antivirus, seperti tribavirin, yang juga dapat mengatasi infeksi virus di saluran pernapasan.
Pengangkatan kutil
Jika krim oles tidak berhasil menghilangkan kutil, dokter dapat melakukan pengangkatan kutil dengan beberapa metode berikut:
1. Krioterapi, yaitu membekukan kutil dengan menggunakan cairan nitrogen.
2. Kauter, yaitu pembakaran kutil dengan cara menggunakan aliran listrik.
3. Operasi.
4. Sinar laser.