Lulusan Ilmu Komunikasi Bingung Mau Kerja Apa? Berikut Prospek Kerjanya!

Buat kamu yang sedang kuliah atau baru saja lulus dari jurusan ilmu komunikasi, tidak perlu khawatir soal karier! Soalnya, sekarang, prospek kerja lulusan ilmu komunikasi itu banyak banget.

 

Jurusan ilmu komunikasi adalah salah satu ilmu cabang sosial dan humaniora dengan minat paling tinggi se-Indonesia. Melansir digital agency jakarta, prodi ilmu komunikasi masuk dalam lima besar prodi dengan jumlah peminat terbanyak. Pada SBMPTN 2022, sebanyak 2.908 orang memilih menimba ilmu komunikasi di masa kuliahnya. Jumlah tersebut hanya kalah dari ilmu hukum dengan jumlah peminat sebanyak 3.667 orang. Lalu, kira-kira jurusan ilmu komunikasi bakal kerja apa, sih? Nah, kali ini Kelas Pekerja akan berbagi info mengenai prospek kerja lulusan ilmu komunikasi. Yuk, simak uraian lengkapnya di bawah ini! 11 Prospek Kerja Lulusan Ilmu Komunikasi Terbaik

 

 

1. Sales Person

Kamu juga bisa memanfaatkan keahlian berbicara yang dipelajari selama kuliah untuk berjualan. Menjadi seorang sales person tidak hanya sekadar menawarkan sebuah barang kepada konsumen. Lebih dari itu, sales harus menaruh value pada produk yang dijualnya agar konsumen menjadi tertarik pada produk tersebut. Setiap perusahaan juga bisa berbeda-beda dalam menamai posisi sales. Ada yang menamainya sebagai executive sales, agent sales, corporate sales, sales representative, dan account executive. Selain itu, profesi sales person ini juga sangat cocok untuk kamu yang tertantang bekerja dengan orientasi target. Untuk masalah gaji, sales person bisa mendapat rata-rata gaji pokok sekira Rp3,5 jutaan ditambah komisi penjualan. Besarnya komisi penjualan, bisa lebih dari dua kali lipat gaji jika kamu menjual melebih target, lo!

 

2. Penyiar Radio

Satu lagi pekerjaan untuk lulusan ilmu komunikasi yang mengandalkan kemampuan berbicara. Tidak lain dan tidak bukan adalah penyiar radio. Pekerjaan penyiar radio pun tidak hanya sekadar cuap-cuap, tetapi juga bercerita, berinteraksi dengan pendengar, memutar musik, dan lain-lain. Selain itu, penyiar radio juga harus memikirkan cara kreatif untuk mengenalkan produk sebuah brand yang bekerja sama dengan radio tempatnya siaran kepada pendengar. Untuk penghasilan penyiar radio, tentu sangat beragam tergantung kondisi keuangan radio tempat kamu bekerja, pengalaman, performa, dan rating acara yang kamu bawakan. Selain itu, penyiar radio biasanya dibayar per jam siaran.

 

3. Social Media Specialist

Beberapa waktu ke belakang, pekerjaan sebagai social media specialist banyak diincar oleh lulusan ilmu komunikasi. Seorang social media specialist bertanggung jawab mengatur konten media sosial. Seorang social media specialist bertanggung jawab mengatur konten media sosial. Social media specialist juga harus memiliki kemampuan riset yang baik untuk menentukan konten mana yang disukai publik dan dapat meningkatkan engagement. Kamu juga harus ingat, bahwa citra sebuah brand di mata publik juga bergantung pada seorang social media specialist. Jangan remehkan pekerjaan satu ini, ya, karena jika performa pekerjaan bagus, kamu bisa mendapat gaji yang besar, lo! Untuk social media specialist dengan pengalaman satu hingga dua tahun, biasanya mendapat gaji Rp7 jutaan. Jika pengalaman sudah di atas 4 tahun, kamu bisa mendapat take home pay sebesar Rp9 juta-Rp10 juta.

 

4. Content Writer

Hampir sama dengan copywriter, content writer juga berkutat dengan tulisan dan bahasa. Bedanya, content writer bertugas membuat artikel yang mengedukasi audiens dan meningkatkan ketertarikan publik akan sebuah brand melalui artikel. Selain itu, kalau bekerja sebagai SEO content writer, kamu juga bertanggung jawab meningkatkan jumlah kunjungan pembaca ke situs perusahaan dengan mengoptimasi artikel berbasis SEO. Gaji content writer bergantung pada pengalaman dan kemampuan tambahan yang kamu miliki selain menulis (SEO, analisis data, dan lain-lain). Biasanya, content writer bisa mendapat bayaran mulai dari UMR hingga Rp10 jutaan.

 

5. Event Organizer

Kreativitas ditambah kemampuan komunikasi anak ilmu komunikasi dapat diaplikasikan jika bekerja sebagai event organizer (EO). EO harus mengurus semua urusan terkait event, mulai dari klien, vendor, bintang tamu, peserta, dekorasi, dan lain-lain. Kemampuan kamu mengoordinasikan rekan kerja dan berkomunikasi dengan peserta acara diuji di sini. Jadi, pekerjaan cocok banget buat kamu yang suka tantangan dan memiliki jiwa kepemimpinan tinggal, karena event organizer adalah pekerjaan freelance, upahnya pun dibayar jika ada event yang digelar. Biasanya, upah staf event organizer mencapai Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per hari.